Wisuda Ke-98 UPNVJT, Diwarnai Kisah Perjalanan Akademik Wisudawan

Wisudawan Bagikan Segudang Cerita Perjalanan Demi Dapatkan Gelar Sarjana

Wisuda ke-98 UPN “Veteran” Jawa Timur

Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar Wisuda Ke-98 periode April 2026. Prosesi seremonial tersebut berlangsung pada Sabtu, 15 April 2026 di tengah renovasi Gedung Serbaguna Giri Loka. Prosesi pengukuhan kelulusan wisudawan menjadi momen emas terakhir perjalanan mereka dalam menjalani perkuliahan.

Di balik seremonial wisuda yang khidmat, momen kelulusan ini sekaligus menjadi ajang bagi para wisudawan untuk mengenang pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di Kampus Bela Negara. Berbagai kegiatan khas UPNVJT pun kembali terngiang di benak mereka.

Salah satu wisudawan, Deka (FISIBPOL/21) menyebutkan beberapa kegiatan yang diterapkan di lingkungan Kampus Bela Negara, salah satunya adalah kebiasaan sikap sempurna saat lagu Indonesia Raya diputar setiap pukul 10 pagi. “Jadi setiap jam 10 pagi itu kan kita ada lagu Indonesia Raya, dari situ menurutku itu sudah membentuk karakter kedisiplinan dan sebagainya,” ujar Deka.

Selain itu, kegiatan di luar kelas juga menjadi bagian dari pengalaman wisudawan selama menjalani perkuliahan. Kegiatan organisasi, perlombaan, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi aktivitas yang diikuti mahasiswa selama berada di lingkungan kampus. 

Dio (FISIBPOL/21) menceritakan bahwa KKN menjadi momen paling berharga yang ingin ia ulangi. “Kalau ada momen yang bisa diulang, saya ingin KKN. Dari sana saya belajar untuk mengabdi ke masyarakat dan tentunya saya mendapatkan keluarga baru,” ungkap Dio.

Wisudawan lainnya, Nabila (FP/21) juga mengatakan bahwa tak hanya mendapatkan ilmu secara teori, ia juga belajar dengan melakukan kegiatan praktikum. “Dari praktikum tersebut, kami benar-benar terjun langsung ke lapangan sehingga bisa mengeksplorasi kondisi nyata. Hal ini membuat kami tidak hanya mengenal dunia kampus, tetapi juga diperkenalkan dengan dunia luar,” ujar Nabila.

Sebelum mendapatkan gelar sarjana, wisudawan telah mengalami berbagai rintangan selama perkuliahan. Deka dan Dio sepakat bahwa proses penyusunan skripsi menjadi salah satu tantangan terberat mereka. “Mental diuji saat skripsi, tetapi saya harus tetap percaya diri dan menguatkan mental. Momen-momen itu membuat saya menjadi lebih mandiri dan berpikir kritis,” jelas Deka.

Selain pengalaman selama kuliah, wisuda juga menjadi momen bagi mahasiswa untuk mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Para wisudawan mulai mempersiapkan rencana untuk memasuki dunia kerja sesuai bidang yang dipelajari selama masa perkuliahan.

Dio berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat digunakan setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi. “Harapan saya semoga dengan ilmu yang didapatkan di kampus ini bisa membuat saya lebih berkembang dan berguna di dunia karier yang akan saya tempuh,”  ujar Dio.

Pada momen wisuda ini, wisudawan juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang mendukung perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan. Keluarga hingga dosen memiliki peran tersendiri dalam mendampingi mahasiswa selama proses akademik. (ian/vta/nta/nbl)

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *