UPNVJT Bangun Kantin Modern, Tuai Respons Beragam dari Mahasiswa

Fasilitas Kantin dan Parkir Bertingkat, Mahasiswa Beri Saran hingga Kritikan

Alat berat dikerahkan dalam proses pembangunan fasilitas baru di area UPNVJT

Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah

Menjadi pembuka di bulan April 2026, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali hadir dengan menjawab keresahan dari mahasiswa terkait kantin Zona B yang sempat dilakukan penutupan menjelang akhir tahun 2025 kemarin. Pada 9 April 2026, UPNVJT mengawali pembangunan kantin dengan dilakukannya kegiatan upacara peresmian melalui pemasangan pondasi utama sebagai bentuk komitmen berjalannya proyek.

Pembangunan kantin ini menjadi langkah utama dalam menjawab kebutuhan sarana dan prasarana dari sivitas akademik sekaligus solusi untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas kampus. Dalam sambutannya, Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU menjelaskan bahwa pembangunan kantin ini dilakukan dengan melihat kondisi jumlah mahasiswa dan sivitas akademik yang terus meningkat di setiap tahunnya, sehingga diperlukan pengembangan fasilitas yang memadai.

Pembangunan kantin merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa, tak terkecuali Michaela Sinaga (FISIBPOL/23). Ia mengungkapkan bahwa adanya pembangunan kantin ini dapat mempermudah mahasiswa untuk nantinya dapat membeli makanan. “Selama kantin ditutup semuanya jadi lebih sulit karena harus beli makanan di luar atau kita inisiatif bawa bekal. Dengan adanya pembangunan kantin ini bisa mempermudah saya, apalagi saya anak kos,” ungkap Michaela.

Meskipun pembangunan kantin menjadi langkah pasti dalam menambah fasilitas yang ada di UPNVJT, pada proses awal pembangunannya, mahasiswa menyayangkan tindakan universitas pada tahap perencanaannya yang memakan waktu cukup lama. Hal tersebut sejalan dengan Fahrizal Ammar (FISIBPOL/24), ia mengungkapkan jeda waktu yang diberikan sejak awal penutupan hingga pembangunan dilakukan ini akhirnya memicu tanda tanya besar. 

Lantaran pengosongan area kantin yang terbilang mendadak, timbul spekulasi dari Ammar bahwa proses pembangunan kembali akan segera dilakukan. Namun, kenyataannya pembangunan baru terealisasi empat bulan setelah penutupannya. “Kita berpikir dengan ditutupnya kantin langsung diproses gitu, biar kantin itu segera dibangun lagi, ternyata ada jeda waktu yang lumayan lama, bahkan pembangunan baru dimulai tahun berikutnya,” ujar Ammar. 

Proses persiapan pembangunan kantin yang cukup memakan waktu ini nyatanya memiliki alasan khusus. Rektor UPNVJT menyampaikan bahwa lamanya waktu yang diberikan ini dikarenakan adanya rencana penambahan fasilitas baru berupa gedung parkir. Ia menambahkan bahwa akan diberlakukan konsep efisiensi ruang melalui pembangunan gedung yang terdiri dari tiga lantai, sehingga pembangunan kantin Zona B akan sekaligus diperluas fungsinya dengan tempat parkir mahasiswa dan dosen. 

Sehubungan dengan informasi terkait adanya fasilitas baru, Ammar menilai bahwa penambahan fungsi bangunan sebagai tempat parkir adalah langkah bagus dinilai dari kondisi mahasiswa yang membutuhkan area parkir lebih banyak. “Menurut saya cukup relevan jika nantinya akan memanfaatkan lahan yang ada. Daripada lahan seluas itu hanya buat untuk kantin saja, memang ada bagusnya kalau digabung dengan area parkir,” tutur Ammar. 

Di sisi lain, Michaela mengungkapkan ketidaksetujuannya atas fasilitas tempat parkir tambahan yang rencananya akan dibangun di gedung yang sama dengan kantin. Menurut pendapatnya, lebih baik jika fasilitas parkir dilakukan pembangunan secara terpisah dengan kantin sehingga menjadi dua gedung yang berbeda. “Jika pembangunan kantin jadi satu dengan tempat parkir, itu nggak seimbang karena lumayan mengganggu. Kalau memang dibangun gapapa, tapi dua gedung yang berbeda. Karena kalau kita sedang makan di bawah, lalu di atas ada kendaraan keluar masuk, itu getarannya pasti akan mengganggu orang,” imbuh Michaela.

Tidak hanya terkait dengan perencanaan pembangunan fasilitas baru berupa tempat parkir, mahasiswa menyoroti adanya konsep kantin modern yang akan diterapkan oleh pihak kampus. Ammar mengungkapkan bahwa konsep kantin modern seharusnya juga dibarengi dengan pemanfaatan uang digital bagi para pelaku usahanya. “Seperti namanya kan kantin modern. Jadi, harus mengedepankan modernitas, seperti penerapan digital melalui QRIS, uang digital, dan semacamnya. Lalu untuk makanan tentunya harus lebih higienis juga,” ujar Ammar.

Sementara itu, Michaela menanggapi bahwa dengan konsep kantin baru yang modern sebaiknya mengedepankan kemudahan pada sistem pembayarannya sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak. “Kalau untuk pembayaran digital, sebenarnya saya sebagai pengguna m-banking nggak masalah. Cuma ada beberapa penjualnya yang tidak bisa menggunakan uang digital, apalagi penjual mitra UMKM yang sebagian sudah berusia tua,” papar Michaela.

Perkembangan kondisi kantin hingga saat ini tidak luput dari pandangan Michaela. Ia mengungkapkan terhitung satu bulan sejak pembangunannya, kondisi kantin saat ini sudah mencapai tahap pembangunan pondasi. “Pembangunan kantin masih belum terasa pasti, karena belum ada bentuk bangunannya. Selain itu, informasi mengenai timeline atau perkiraan kapan pembangunan itu selesai juga tidak disampaikan dengan jelas,” imbuh Michaela.

Mahasiswa turut berharap bahwa pembangunan kantin ini nantinya akan dimaksimalkan sehingga dapat seimbang dengan waktu tunggu mereka selama masa pembangunan. Michaela mengungkapkan bahwa fasilitas kantin modern nantinya harus terjamin kenyamanannya, terutama dari aspek kebersihan. 

“Menurutku untuk fasilitas mungkin tempat duduknya bisa dibuat lebih proper, kebersihannya harus lebih terjaga, dan yang paling penting dibikin aturan supaya lingkungan ini terhindar dari asap rokok dan harus direalisasikan sanksi yang bener-bener jelas buat yang melanggar,” pungkas Michaela. (isa/rvz/tta/rgn)

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *