Listrik Area Rungkut Selatan Padam, Imbas Mahasiswa FEB UPNVJT Terjebak di Lift

Saksi Mendengar Mahasiswa Teriak Minta Tolong

Pemadam Kebakaran Berada di Gedung FEB 3

Sumber: Informan LPM Pena Merah/Achmad (FEB/24)

Pada hari Rabu, 10 Juni 2026 terjadi rencana pemadaman listrik di area Kalirungkut dan sekitarnya. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Rungkut, Surabaya Selatan mengenai adanya rencana penghentian aliran listrik sementara. Pemadaman listrik tersebut terjadi karena adanya kegiatan peningkatan keandalan listrik. UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menjadi salah satu area yang terdampak.

Akibat terhentinya aliran listrik, sejumlah aktivitas dari sivitas akademika mengalami hambatan, salah satunya berdampak pada pengoperasian lift kampus yang mendadak terhenti. Informasi tersebut dibenarkan oleh Gita (FEB/23). Ia sempat merasa kebingungan karena listrik yang tiba-tiba mati saat ia sedang bimbingan. “Kami lagi bimbingan, terus tiba-tiba aliran listrik mendadak padam. Kami sempat merasa bingung karena saat itu ada teman dan dosen kami yang terjebak di lift,” ujar Gita.

Dalam kesaksiannya, Gita menceritakan pengalamannya saat peristiwa tersebut terjadi. Pagi ini sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 WIB, ia sempat mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari dalam lift disusul dengan suara lift yang bergetar dan terguncang. “Waktu itu aku sama temenku dengar suara keras orang minta tolong dari dalam lift. Karena waktu itu kondisinya lagi gak ada banyak orang, akhirnya kami langsung menghubungi dosen pembimbing kita kalau di dalam lift ternyata ada orang yang terjebak,” jelas Gita.

Informasi tersebut sejalan dengan kesaksian dari Ita (FEB/23) selaku saksi lain yang juga berada pada lokasi kejadian. “Ternyata ada teman dan dosen kami yang sebelumnya masuk lift, kami khawatir mereka terjebak di dalam. Ternyata benar, tidak lama dari itu terdengar suara seorang perempuan yang meminta tolong,” ujar Ita.

Selepas Gita dan Ita menyampaikan informasi tersebut, dosen pembimbingnya langsung melaporkan berhentinya pengoperasian lift kepada pihak terkait. Tidak lama setelah insiden tersebut terjadi, pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk mengevakuasi sivitas akademika yang terjebak. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran pada saksi mengingat dalam kondisi terjebak, kadar oksigen dapat menurun. “Kami merasa kasihan karena mereka terjebak di dalam, dan kami mengkhawatirkan kadar saturasi oksigen di dalam lift akan menurun akibat matinya aliran listrik,” tutur Gita.

Menurut saksi, pemadam kebakaran berhasil melakukan kegiatan evakuasi dengan baik. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait jumlah sivitas akademika dan kondisi mereka yang terjebak setelah insiden tersebut terjadi. (ian/dya/nta)

 

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *