Dihadiri Mahasiswa hingga Rektor, Aksi 1.000 Lilin Sampaikan Sikap terhadap Pemerintah

Aksi 1.000 Lilin
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
Aliansi Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas UPNVJT menggelar Aksi 1.000 Lilin di halaman Gedung Twin Tower, Senin (8/9) malam. Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari seluruh fakultas ini digelar bukan hanya untuk memperingati September Hitam sebagai bulan penuh tragedi, tetapi juga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
Tegar (FISIBPOL/22), selaku Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik UPNVJT, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan solidaritas dan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Dalam orasinya, Tegar menyoroti kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menurutnya jauh dari kepentingan masyarakat. Ia menilai adanya kesenjangan antara pejabat publik dan masyarakat biasa, terutama ketika di tengah kondisi ekonomi yang sulit justru muncul kebijakan menaikkan tunjangan bagi pejabat.
“Nyawa yang hilang pada akhirnya hanya menjadi sebuah angka, padahal nyawa yang hilang itu adalah bukti di mana demokrasi di Indonesia bungkam,” seru Tegar dalam orasinya. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat ketidakadilan terjadi di depan mata.
Menurut Kautsar (HUKUM/23), selaku panitia aksi 1.000 lilin, kegiatan ini lahir dari kesadaran mahasiswa yang ingin merespons kondisi negara saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak mahasiswa yang secara perlahan mulai menginisiasi diri untuk bergerak bersama dengan menekankan pentingnya aksi damai yang menjauhi anarkisme. Kautsar menilai, bentuk kegiatan seperti ini menjadi sesuatu yang baru dan berhasil menarik perhatian, sehingga banyak mahasiswa terdorong untuk mengikuti aksi ini.
Selain mengenakan pakaian hitam sebagai tanda duka atas korban demonstrasi, Kautsar menjelaskan bahwa lilin dipilih sebagai simbol perlawanan dan harapan yang tak pernah padam. Selain itu, ia juga berharap mahasiswa dapat meneladani makna lilin, yang tetap mampu menyinari dunia, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
“Kita juga berharap untuk semoga orang-orang ini tetap bisa menjadi lilin-lilin yang menyinari dan menghangatkan dunia ini, bukan untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain juga,” jelas Kautsar.
Tak hanya mahasiswa, Rektor UPNVJT Akhmad Fauzi juga hadir dalam aksi tersebut sebagai bentuk dukungan lembaga terhadap aspirasi mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Fauzi kembali menyampaikan pernyataan sikap kampus yang sebelumnya telah dipublikasikan melalui akun resmi universitas.
Melalui enam poin sikapnya, UPNVJT menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan keselamatan seluruh warga negara. Fauzi atas nama UPNVJT juga meminta pemerintah konsisten memperbaiki kinerja, khususnya dalam penegakan hukum yang adil dan berintegritas.
Selain itu, Fauzi menekankan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat tanpa diskriminasi serta menjaga ruang demokrasi agar kebebasan berpendapat tetap terjamin tanpa tindakan anarkis. Civitas akademika juga diajak untuk peduli terhadap kondisi bangsa dengan cara konstruktif, santun, dan bertanggung jawab. Di akhir pernyataannya, Fauzi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan berdiri tegak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang adil dan makmur. (cca/end/rif/isa)
