Dari Golden Ticket hingga Pameran Edukasi, UJEE 2025 Tarik Perhatian Pengunjung

Acara UJEE 2025
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
UPN “Veteran” Jawa Timur kembali sukses membuka pintu untuk publik lewat UPN Jatim Edu Expo (UJEE) 2025 yang digelar Selasa (03/06) di Gedung Serbaguna Giri Loka. Tak hanya sebagai ajang promosi, acara ini juga jadi sarana interaktif untuk calon mahasiswa dan masyarakat mengenal kampus lebih dekat. UJEE menyediakan berbagai rangkaian acara yang dapat membantu calon mahasiswa, orang tua, sampai masyarakat umum untuk lebih mengenal UPNVJT, seperti pameran dan gelar produk dari program studi, gelar produk kewirausahaan dan mahasiswa, serta unjuk gelar mahasiswa. Selain itu, UJEE juga menghadirkan pendaftaran jalur mandiri on the spot dan juga pengumuman golden ticket.
Menurut Bimo (FISIBPOL/22) selaku Panitia Administrasi On The Spot, UJEE digelar bukan hanya sebagai jembatan komunikasi UPNVJT dengan masyarakat, melainkan juga wadah promosi bagi Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) yang bertujuan untuk menarik perhatian dan minat calon mahasiswa baru. “Kalau daya tarik lebih ke bagian dari bentuk promosi PPMB itu sendiri, agar calon mahasiswa baru tertarik untuk masuk UPN,” ujarnya.
Nayaka (FAD/24), salah satu mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ini, menyampaikan bahwa pelaksanaan UJEE 2025 dinilai cukup efektif sebagai wadah penyedia informasi bagi calon mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai bentuk pameran edukatif karya mahasiswa menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat calon pendaftar, khususnya bagi mereka yang ingin lebih mengenal program studi dan kualitas karya di UPNVJT.
Terkait proses seleksi produk pameran Artificial Intelligence (AI), Nayaka menjelaskan bahwa secara umum seleksi dilakukan berdasarkan rekomendasi dan pilihan dari dosen pembimbing. Namun, untuk karya-karya yang dihasilkan oleh angkatan 24, mayoritas dipilih langsung oleh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, proses seleksi dalam pameran ini melibatkan dua pihak, yakni dosen sebagai pembimbing akademik dan mahasiswa sebagai pelaksana teknis.
Tak hanya pameran edukatif, sama seperti tahun sebelumnya, program Golden Ticket kembali dihadirkan dalam UJEE 2025 dan diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar melalui jalur mandiri. Bimo menjelaskan bahwa aspek prestasi menjadi faktor utama dalam penilaian calon penerima Golden Ticket. “Bisa yang punya prestasi nasional yang benar-benar mendukung untuk mendapatkan Golden Ticket, itu bisa masuk ke nominasi. Nilai utamanya memang dari prestasi tersebut,” terangnya.
Selain program Golden Ticket, pendaftaran jalur mandiri secara langsung di lokasi menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung. Program ini menawarkan potongan biaya pendaftaran yang cukup signifikan. Faros (19), seorang pengunjung asal Sidoarjo, mengaku termotivasi untuk datang ke acara ini karena adanya potongan harga sebesar Rp100.000 untuk pendaftaran jalur mandiri. “Karena di pamflet Instagram itu tertera, kalau datang ke UJEE ini bisa dapat potongan harga biaya daftar mandiri. Jadi dapat diskon 100 ribu,” ungkapnya.
Meski cukup efektif dalam mengenalkan UPNVJT ke publik, Bimo menyebut masih ada kendala dalam pelaksanaan UJEE di tahun ini. Salah satunya karena acara ini hanya digelar di Surabaya, sehingga calon mahasiswa dari luar daerah kesulitan untuk hadir langsung. “Mungkin kekurangannya itu ya, karena cuma di UPNVJT. Teman-teman yang di perantauan jadi agak susah datang, walaupun sebenarnya ada live streaming-nya juga,” jelasnya.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi tahun ini adalah menurunnya jumlah pengunjung dibandingkan dengan penyelenggaraan UJEE 2024. Bimo menilai penyebabnya adalah penyebaran informasi penyelenggaraan acara yang dirasa terlalu mendadak. “Kalau faktornya mungkin karena antara informasinya mendadak atau gimana gitu, menurutku informasinya mendadak aja, sih,” pungkasnya. (nsy/cad/alf/ash)
