Resensi Film Ali & Ratu-Ratu Queens

Sumber : https://images.app.goo.gl/FJVxkZsnKG5PNJc86

Judul film               : Ali & Ratu-Ratu Queens

Sutradara               : Lucky Kuswandi

Produser               : Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia

Penulis Naskah   : Gina S. Noer

Pemeran       : Iqbaal Ramadhan(Ali), Marissa Anita(Mia/ibu Ali). Ibnu Jamil(Hasan/ayah Ali), Aurora Ribero(Eva), Tika Panggabean(Ance), Nirina Zubir(Party), Asri Welas(Biyah), Happy Salma(Chinta)

Durasi                     : 100 Menit

       Ali & Ratu-Ratu Queens bercerita tentang karier, penyesalan, dan kesalahpahaman. Film terbaru yang ramai menjadi perbincangan ini menceritakan tentang sosok Ali sebagai tokoh utama. Ali yang hendak menyusul ibunya ke New York setelah ditinggalkan bertahun-tahun lamanya. Ali memutuskan pergi ke New York membawa ribuan tanda tanya setelah mengetahui beberapa kebohongan yang dilakukan ayah dan keluarganya. Berbekal uang dari hasil penyewaan rumah, Ali terbang menuju New York untuk menemukan teka-teki hidupnya yang rumpang. Setibanya di New York, Ali langsung menuju alamat yang tertera di surat pemberian ibunya. Namun, yang ditemuinya adalah wanita-wanita Indonesia yang sedang mencari keberuntungan di kota ini. Mereka ialah Ance, Party, Biyah, dan Chinta, empat wanita yang dikenalkan sebagai Ratu-Ratu Queens. Queens merupakan sebutan untuk daerah yang mereka tinggali di New York.

       Setelah berhasil menemukan Mia, ibunya, Ali justru mendapati bahwa Mia tidak menginginkan kehadirannya. Hal ini membuat Ratu-Ratu Queens murka, mereka menyayangkan perlakuan Mia pada Ali. Setelah beberapa waktu, akhirnya Ali berhasil menghabiskan waktu dengan Mia. Alih-alih menjadi titik balik hubungan ibu dan anak, Ali harus berdamai dengan kenyataan bahwa Mia menyuruhnya kembali ke Indonesia dan memilih keluarga barunya di New York. Dari sini, kehidupan Ali bersama Eva dan Ratu-Ratu Queens berada dalam satu harmoni.

       Dibalik ceritanya yang mengesankan, film ini memiliki beberapa kelemahan. Seperti adanya banyak cabang jalan cerita, tetapi tidak menemui akhir hingga film usai. Pasalnya cerita yang ada dijadikan semakin menggantung. Contohnya saja saat Mia membicarakan Ali pada suami barunya di New York, kita tidak mengetahui apa dan bagaimana hasilnya. Padahal bagian tersebut dapat menjadi muara dari beberapa alur yang terputus. Arah hubungan Eva dan Ali yang menggantung, hingga tidak adanya penjelasan mengenai sebab kebohongan yang dilakukan Hasan menjadi bagian yang belum menemui titik terang. Beberapa premis yang dihadirkan dengan tujuan variasi cerita justru menjadi sebuah bumerang karena tidak adanya penjelasan dari premis tersebut. Lain lagi, jika ada sekuel yang menjadi lanjutan dari serial pertama. Jika demikian, mungkin bagian yang belum terselesaikan dapat diberi toleransi untuk dimaafkan. Namun, jika hanya ada bagian ini tanpa ada kelanjutannya, tentu saja menjadi hal yang sangat disayangkan. Lalu, dari segi kualitas komedi yang berusaha dihadirkan, terasa berseberangan antara jokes tekstual Bayu Skak dengan lelucon spontan khas Asri welas. Lelucon yang berusaha dihadirkan Bayu kurang menyatu dalam film karena memang tidak sesuai dengan ranah yang biasa dihadapinya.

       Kelebihan yang disuguhkan film ini tentu saja dengan kehadiran aktris lawakan yang diplot sebagai pemeran utama. Di tengah maraknya pemeran remaja di film Indonesia, karya ini justru memilih opsi sebaliknya. Visualisasi modern yang memanjakan mata menjadi daya tarik tersendiri. Penggambaran keahlian Ali dalam menggambar, memotret, dan membuat sebuah video menjadi proses penyajian visualisasi yang sejalan dengan keadaan New York. Film ini menjadi karya dengan tema konflik keluarga yang terbilang berhasil masuk ke dalam imaji penonton. Kehadiran Iqbaal dengan dua karakter kuat di film sebelumnya sebagai Dilan dan Mince ternyata masih mampu mengemas figur Ali sesuai dengan porsinya. Tentu saja, film ini sangat layak untuk dinikmati publik.

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *