Perkuat Riset Kesehatan Lansia dan Kesiapsiagaan Bencana di Daerah

Rika Yuliwulandari selaku Dekan FK UPNVJT Bersama Profesor Hafiz Khan dari University of West London melakukan Penandatanganan MoU
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (FK UPNVJT) memperluas jejaring internasional melalui Adjunct Professor Academic, Research & Community Engagement Program 2026. Selama 2–11 Oktober, FK UPNVJT menghadirkan Prof. Hafiz TA Khan, Professor of Public Health & Statistics dari University of West London, Inggris, yang juga Professorial Fellow di Oxford Institute of Population Aging University of Oxford.
Rika Yuliwulandari selaku Dekan FK UPNVJT menjelaskan bahwa kerja sama yang telah dijalin sudah dimulai sejak tahun 2025, “Tahun kemarin dia belum sempat ke Indonesia, tetapi kami sudah banyak melakukan kerja sama, seperti memberikan tamu kuliah, penelitian bersama, publikasi di jurnal Q1 yang terindeks Scopus, serta penulisan book chapter internasional yang dipublikasikan di Elsevier dan Kindle.”
Kolaborasi penelitian ini bertujuan memperluas kerja sama akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui kuliah tamu, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta pendampingan masyarakat secara internasional dengan lokasi yang berada di Mojokerto dan Madura. Kolaborasi tersebut fokus pada kesehatan masyarakat, penuaan sehat, dan kesiapsiagaan bencana. Bagi Rika, hal tersebut selaras dengan keunggulan FK UPNVJT.
“Keunggulan Kedokteran UPN Jatim adalah kedokteran bencana. Karena itu kami menyiapkan desa binaan agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta siap siaga secara kesehatan. Fakultas Kami memberikan edukasi mengenai tempat evakuasi dan persiapan yang diperlukan, serta membagikan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat,” jelas Rika.
Sejalan dengan pernyataan, Rika, profesor Hafiz Khan menambahkan dampak jangka panjang yang akan dihasilkan dari penelitian ini yang fokus pada penuaan sehat. Dengan perencanaan yang sistematis dan cukup lama dalam pengambilan data, hasil dari penelitian akan digunakan untuk tindakan mengadakan intervensi kesehatan pada penduduk lokal.
“Kita akan melakukan penelitian secara bertahap yang mungkin akan memakan waktu selama enam bulan atau satu tahun. Nantinya kita bisa melihat apa yang bisa ditingkatkan, lalu melakukan intervensi kesehatan pada masyarakat lokal sesuai dengan data yang diperoleh,” tuturnya.
Selain fokus pada studi, kolaborasi ini juga melihat pentingnya pemilihan lokasi yang tepat sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Desa Kemantren, Mojokerto menjadi pilihan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang harus dikaji lebih lanjut.
Profesor Hafiz Khan menyatakan alasan dipilihnya Desa Kemantren sebagai lokasi penelitian berdasarkan hasil survei yaitu tingginya kasus hipertensi, khususnya di kalangan masyarakat lanjut usia. Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi dipertimbangkan dengan matang agar rencana intervensi dari data yang dikumpulkan juga dapat menjadi penelitian terapan bagi mahasiswa kedokteran.
“Area ini dipilih secara matang agar kita dapat melakukan intervensi kesehatan masyarakat. Bagaimana kita akan meningkatkan kesehatan masyarakat lokal dengan beberapa upaya, hal ini dapat menjadi penelitian terapan bagi mahasiswa kedokteran,” ungkapnya.
Dari sisi institusi, program tersebut sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) kampus menuju internasionalisasi. Rika menyebut FK UPNVJT telah mencatat pencapaian yang penting sejak berdirinya fakultas tersebut pada tahun 2023. “Secara nasional, akreditasi kami dalam waktu 1,5 tahun sudah naik menjadi Baik Sekali, dan sekarang kami menuju unggul,” ujarnya.
Sejalan dengan pernyataan Rika, Beny Prasetyo salah satu dosen FK UPNVJT menjelaskan per tanggal 9 Oktober 2026, FK UPNVJT melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding bersama profesor Hafiz Khan. Ia menilai penandatanganan ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kontribusi kepada masyarakat secara internasional. Selain itu, kolaborasi ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui jejaring akademik dan penelitian lintas negara.
“Kami berspekulasi sekali setelah penandatanganan MoU ini agar kami meningkatkan kolaborasi. Jadi ini meningkatkan citra sekaligus sebuah kebanggaan bagi institusi yang masih muda berkolaborasi dengan institusi medis terkemuka di dunia yang usianya sudah ratusan tahun seperti Oxford dan University of West London,” ujarnya.
Sementara dampak yang diinginkan kepada masyarakat, Rika berharap penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswanya memberikan dampak nyata. Lansia menjadi salah satu sasaran utama dalam program mereka. “Kami lansia ingin di Indonesia menjadi lansia yang sehat, berdaya, tangguh, dan siap menghadapi bencana. Harapannya mereka bisa menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik,” tutupnya. (ian/nvd/nta/sty)
