Fasilitas Kuliner Modern Integrasikan Area Parkir serta Inkubator Bisnis

Kantin Satria Wimaya UPNVJT
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) secara resmi mengoperasikan gedung baru yang diberi nama Kantin Satria Wimaya. Peresmian pusat kuliner sekaligus fasilitas penunjang kampus tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UPNVJT 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU., pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Berdasarkan data resmi universitas, Kantin Satria Wimaya dirancang dengan kapasitas luas yang mampu menampung hingga 250 orang di area makan serta menyediakan sebanyak 20 unit tenant. Tidak sekadar menjadi tempat bersantap, gedung multifungsi ini juga mengintegrasikan fasilitas parkir tingkat di atas area kantin yang mampu menampung hingga 700 unit sepeda motor.
Sekretariat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPNVJT, Septyari Djiwandono, S.Kom., menjelaskan bahwa gedung ini turut mengakomodasi pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui penyediaan etalase inovasi produk. Etalase tersebut dikhususkan untuk produk-produk binaan Inkubator Bisnis Sains dan Teknologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (STP LPPM) UPNVJT.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik adanya peluang bagi mahasiswa yang memiliki usaha untuk memanfaatkan fasilitas kantin baru di lingkungan kampus UPNVJT sebagai sarana pengembangan bisnis. Kehadiran kantin baru ini berpotensi mempertemukan proses pembinaan kewirausahaan dengan praktik bisnis secara langsung,” ujar Septyari.
Septyari menambahkan, mekanisme pengisian tenant akan diatur secara transparan melalui seleksi ketat dengan mempertimbangkan aspek kualitas, kebersihan, kelayakan operasional, hingga komitmen mahasiswa. Pihak Inkubator Bisnis STP LPPM UPNVJT juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Peresmian fasilitas ini disambut antusias oleh para mahasiswa yang selama ini harus keluar area kampus untuk mencari makanan di sela-sela jeda perkuliahan. Mario (FISIBPOL/24) mengaku sangat terbantu dengan hadirnya fasilitas baru tersebut.
“Perasaan saya pastinya senang dengan adanya kantin baru ini. Dari semester tiga sampai semester lima kemarin tidak ada tempat untuk eksplor makanan di dalam kampus atau sekadar kumpul bersama teman-teman. Dengan tempat yang lebih luas, fleksibilitas mahasiswa untuk makan dan berdiskusi setelah kelas jadi jauh lebih mudah,” tutur Mario.
Senada dengan Mario, Niesha (FAD/25) berharap agar tata ruang, sirkulasi, serta kebersihan kantin dapat dijaga dengan baik demi kenyamanan bersama. “Harapannya penataan tempat duduk dan sirkulasi jalur lebih baik supaya tidak berdesakan. Selain itu, kebersihan, fasilitas pendukung seperti wastafel, serta penerapan kawasan bebas asap rokok menjadi hal penting agar mahasiswa merasa nyaman saat berada di area kantin,” ungkap Niesha.
Melalui operasional Kantin Satria Wimaya, Septiyari berharap kehadiran kantin tidak hanya sebagai fasilitas pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi wirausaha mahasiswa dengan memasarkan produk secara langsung dan memperoleh pengalaman nyata dalam membangun usaha. (nta/rcv/ian/tan)
