Dorong Kolaborasi Bisnis Lintas Sektor

Poster SINABIS 2026
Sumber: Instagram
Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) akan menggelar Seminar Nasional Administrasi Bisnis (SINABIS) ke-8 pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Gedung Menara Wimaya, Twin Tower B lantai 11 Ruang Ballroom. SINABIS menjadi forum tahunan yang mempertemukan sejarawan, pemerintah, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan ekonomi kreatif dan bisnis digital di Indonesia dengan mengusung tema “Kemitraan Strategis Inklusif: Ekosistem Bisnis dalam Mendukung Industri Kreatif dan Inovasi Bisnis Digital yang Berkelanjutan”. Seminar ini diselenggarakan sebagai ruang untuk berbagi ide, hasil penelitian, praktik terbaik, serta membangun jejaring kolaborasi dalam menghadapi perkembangan industri kreatif dan bisnis digital.
Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh perkembangan ekosistem bisnis yang belum optimal dalam mendukung industri kreatif dan inovasi bisnis digital berkelanjutan. Seiring dengan perkembangan digitalisasi, panitia menilai bahwa bisnis tidak dapat berjalan dengan satu pihak saja, melainkan menuntut kontribusi atau kolaborasi dari semua pihak yang terlibat dalam bisnis. “Kalau misalnya kita ngomongin bisnis ini kan dia sebuah ekosistem, jadi dia itu tidak hanya bisa melibatkan satu entitas aja,” ujar Mima Kurniasih selaku panitia divisi acara SINABIS. Konsep kemitraan strategis inklusif solusi menjadi masalah-masalah atas dalam perkembangan bisnis digital yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor.
SINABIS 2026 menghadirkan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, B.Sc., MT, sebagai keynote speaker. Acara ini akan dibuka secara resmi oleh Rektor UPNVJT, Prof.Dr.Ir. Akhmad Fauzi, MMT. IPU, sebagai pembicara pembuka. SINABIS 2026 juga menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, mulai dari akademisi, industri, praktisi, hingga pemerintah. Sektor imajinasi menghadirkan Dr. Margaretha Banowati Talim, Dra., M.Si (Dosen Universitas Katolik Parahyangan), dan Dr. Dyah Widowati, SH., MM (Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur). Sektor industri menghadirkan Dyla Anisa, S.Si., MBA (Asisten Manajer Pengembangan Produk dan Integrasi Sistem PT Bank Negara Indonesia/Persero Tbk). Sementara sektor aktor menghadirkan Dodik Ardita, S.Kom. Selain itu, sektor perbankan juga menjadi salah satu sumber daya karena sektor tersebut dekat dengan teknologi informasi dan penggunaan digitalisasi dalam sektornya. Diskusi akan dipandu oleh moderator Maharani Ikaningtyas, SE, M.AB (Dosen Administrasi Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur).
Jojok Dwiridotjahjono selaku ketua pelaksana SINABIS 2026 menyatakan tujuan dari kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif untuk memberikan perspektif baru dan rencana kebijakan pemerintah ke hadapan audiens, “Dengan hadirnya dia, dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, perbankan, dan industri melalui kemitraan strategis inklusif dalam mendukung ekosistem bisnis digital yang inklusif serta memperkuat ekosistem bisnis berbasis kemitraan multi-pihak.”
SINABIS 2026 memiliki enam subtema, yakni Pemasaran Digital & Branding Kreatif, Keuangan Inklusif & Investasi Berkelanjutan, Manajemen SDM & Talenta Digital, Sistem Informasi & Transformasi Digital Bisnis, serta Strategi Bisnis & Kemitraan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan, Kewirausahaan & Isu Kontemporer Bisnis. Penentuan subtema tersebut didasarkan pada isu-isu yang ada pada dunia bisnis, teknologi, dan kebijakan ekonomi kreatif terkini. Mima juga mengatakan bahwa pemilihan subtema tersebut berdasarkan bidang bisnis yang ingin dikembangkan oleh masing-masing pengusaha. “Pemilihan subtema ini berkaitan dengan bidang atau konsentrasi yang ingin dikembangkan di bisnis sendiri, jadi tidak hanya difokuskan untuk mencukupi satu subtema aja,” jelas Mima.
Di sisi lain, SINABIS 2026 juga memberikan kesempatan bagi para ilmuwan, peneliti, dan mahasiswa untuk mengirimkan makalah penelitian. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada Jurnal Nasional SINTA 4 (Jurnal Bisnis Indonesia) dan Jurnal Pengabdian Masyarakat & Jurnal Penelitian (Jurnal Sinabis). Publikasi ilmiah tersebut disebarluaskan agar memberikan manfaat bagi pihak yang membutuhkan, terutama praktisi dan pelaku bisnis. Selain mendapatkan publikasi SINTA 4 dan Jurnal Sinabis bagi artikel yang memenuhi syarat dan kelayakan, peserta dan presenter akan mendapatkan e-Sertifikat, terdapat doorprize dan berdiskusi langsung bersama narasumber untuk peserta luring, serta mendapatkan pengalaman dan hubungan. Penghargaan juga akan diberikan kepada presenter terbaik.
Peserta luring dibatasi hingga 200 orang agar kualitas seminar tetap terjamin dan mempertimbangkan kapasitas ruangan. “Pembatasan peserta luring selain dimaksudkan untuk menjamin kualitas interaksi diskusi dalam SINABIS 2026 juga mempertimbangkan kapasitas ruangan,” jelas Jojok. Peserta luring akan mendapat manfaat berupa seminar kit dan pengalaman secara langsung, sedangkan peserta berani mengikuti seminar melalui zoom. Biaya untuk peserta luring dan dare juga menyesuaikan benefit yang didapat, yakni untuk peserta luring sebesar Rp50.000 dan peserta bolding sebesar Rp35.000.
Dengan hadirnya SINABIS 2026 ini, Jojok berharap acara ini dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis bagi para pelaku industri kreatif. “Harapan pasca SINABIS 2026 adalah terwujudnya kolaborasi berbasis kemitraan multi-pihak yang adil dan berkelanjutan dalam menciptakan ekosistem bisnis yang mampu mendukung industri kreatif dan inovasi bisnis digital yang berkelanjutan,” jelas Jojok.
Selaras dengan Jojok, Mima juga berharap agar seminar ini dapat dikembangkan setiap tahunnya dan menjadi wadah ilmu pengetahuan serta kolaborasi lintas sektor. “Semoga dengan adanya sinabis ini bukan hanya di tahun ini tapi juga di tahun ke depan bisa menjadi wadah hilirisasi ilmu pengetahuan dan juga kolaborasi lintas sektor,” kata Mima. (ian/sey/nta/tmr/)
