Mahasiswa hingga Panitia Cari Tempat Alternatif untuk Ibadah

Pembongkaran Masjid Istiqomah UPNVJT Saat Malam Hari
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
Pembangunan ulang Masjid Istiqomah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) pada masa libur semester genap 2026 mendorong sejumlah aktivitas kemahasiswaan untuk beradaptasi. Selama masjid tidak dapat digunakan, pengurus Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), hingga mahasiswa mulai mencari fasilitas alternatif untuk ibadah di tengah belum meratanya informasi mengenai lokasi ibadah sementara.
Ketua Umum UKKI, Faruq (FT/23), mengatakan pihaknya menerima pemberitahuan mengenai tanggal pembongkaran sekitar satu minggu sebelumnya. “Kami baru diberi tahu tanggal pasti pembongkaran masjid seminggu sebelumnya. Sekretariat pengganti juga baru diberitahukan pada waktu yang sama. Jadi kami tidak punya banyak waktu untuk beres-beres masjid,” ujar Faruq.
Menurut Faruq, pembangunan masjid direncanakan tetap dilakukan di lokasi yang sama. Berdasarkan informasi yang diterimanya, bangunan tersebut akan diperluas dan lantainya ditinggikan sekitar 50 sentimeter. Selain itu, terdapat rencana penambahan tiga sekretariat, kantor takmir, serta toilet. Namun, Faruq mengaku belum mengetahui secara rinci alasan pembongkaran maupun keseluruhan fasilitas yang akan tersedia pada bangunan baru.
Pembongkaran Masjid Istiqomah juga berdampak pada ketersediaan fasilitas ibadah bagi mahasiswa. Selama masjid utama tidak dapat digunakan, mahasiswa perlu memanfaatkan musala yang tersedia di gedung fakultas maupun fasilitas lain di lingkungan kampus. Faruq menyebut Musala Teknik dan Musala Ibnu Sina di Twin Tower sebagai fasilitas yang dinilai lebih memadai dari segi tempat wudu dan kapasitas. “Tidak semua fakultas itu memiliki musala yang siap untuk menampung mahasiswa yang ingin salat karena masjidnya masih direnovasi,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan salat Jumat, Faruq menerangkan bahwa aktivitas ibadah telah dipindahkan ke Gedung Giri Loka sejak 17 Juli 2026, “Sudah berjalan dua salat Jumat di Giri Loka, yaitu di tanggal 17 dan tanggal 24, dan tanggal 31 besok itu pelaksanaan salat Jumat ketiga.” Namun, penggunaan Giri Loka sebagai fasilitas ibadah sementara belum dipastikan dapat berlangsung dalam jangka panjang karena gedung tersebut juga digunakan untuk berbagai kegiatan organisasi mahasiswa.
Kondisi fasilitas ibadah tersebut turut menjadi perhatian panitia PKKMB. Farhan (FISIBPOL/24) mahasiswa sekaligus volunteer panitia FISTATION 2026, mengatakan pembongkaran Masjid Istiqomah membuat panitia harus menyiapkan rencana alternatif untuk kebutuhan ibadah peserta. Salah satu rencana yang disiapkan adalah penggunaan tenda di area parkir Fakultas Pertanian sebagai lokasi salat sementara. “Untuk plan b sendiri, kita mengadakan ibadah di lapangan Faperta, tepatnya di area parkiran. Nanti akan dipasang tenda atau tarup,” ujar Farhan.
Farhan mengatakan keterbatasan fasilitas ibadah menjadi salah satu kendala dalam persiapan PKKMB, terutama karena jumlah peserta dapat mencapai sekitar 1.700 mahasiswa. Panitia masih perlu menentukan teknis penyediaan tempat wudu serta pengaturan waktu ibadah dan makan selama ishoma. “Kami sempat merencanakan penggunaan selang untuk wudu secara antre, namun hal ini tentu memakan waktu lama dan kurang efektif. Jadi dampaknya bisa dibilang cukup signifikan dan cenderung menyulitkan,” jelasnya.
Selain menyiapkan lokasi ibadah sementara, panitia juga mengimbau mahasiswa baru membawa perlengkapan ibadah pribadi. Perlengkapan yang dimaksud meliputi sajadah, mukena, serta alas salat lainnya. Farhan mengatakan perlengkapan tersebut diperlukan sebagai antisipasi apabila peserta harus melaksanakan ibadah di lokasi alternatif selama Masjid Istiqomah belum dapat digunakan.
Di sisi lain, mahasiswa yang masih beraktivitas di kampus mengaku belum seluruhnya mengetahui informasi mengenai pembongkaran Masjid Istiqomah. Mario (FISIBPOL/24) mengatakan dirinya baru mengetahui pembongkaran tersebut setelah mengetahui adanya pembangunan ulang masjid. Ia menilai pembangunan kembali Masjid Istiqomah dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam menjalankan ibadah, terutama melalui pembaruan fasilitas kamar mandi dan tempat wudu.
“Setelah mengetahui adanya pembongkaran masjid utama kampus, menurut saya langkah ini merupakan keputusan yang tepat. Sebab, berdasarkan pengalaman saya yang beberapa kali beribadah di sana, Masjid Istiqomah memang tergolong belum banyak mengalami pembaruan, baik dari segi fasilitas kamar mandi maupun tempat wudu,” ujar Mario.
Mario berharap pihak kampus dapat menyediakan fasilitas ibadah sementara sekaligus memperluas penyebaran informasi kepada mahasiswa selama pembangunan masjid berlangsung. “Selain menyediakan fasilitas ibadah sementara, saya berharap informasi terkait pembangunan masjid dan lokasi ibadah sementara dapat lebih disebarluaskan, misalnya melalui komting setiap angkatan atau grup WhatsApp program studi, sehingga mahasiswa yang jarang membuka media sosial tetap mendapatkan informasi tersebut,” ujar Mario.
Hingga berita ini diterbitkan, kampus belum memberikan tanggapan dan konfirmasi terkait keberlanjutan pembangunan Masjid Istiqomah. (ian/ara/nta/nrl)
