Sistem Jadwal KRS Terbaru, Mahasiswa Korbankan Waktu dan Tenaga

Jadwal KRS Tidak Muncul Bersamaan, Mahasiswa UPNVJT Resah Menunggu Kepastian

Jadwal KRS SIAMIK Setiap Fakultas

Sumber: Dokumentasi LPM Pena Merah

Web Sistem Informasi Akademik (SIAMIK) UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali diserbu mahasiswa mendekati tanggal penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Kecepatan internet, jemari, dan otak teruji demi mendapatkan susunan jadwal terbaik. Laman Instagram Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) UPNVJT mengirimkan pemberitahuan jadwal registrasi dan pengisian KRS. Dimulai dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), pengisian KRS Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Reguler (MKR), Kartu Perbaikan Rencana Studi (KPRS), hingga tanggal dimulainya hari pertama perkuliahan.

Mahasiswa mulai mempersiapkan dirinya sejak jauh hari. Salah satunya Yonisa (FISIBPOL/24), kewajiban membayar UKT-nya sudah terpenuhi pada akhir bulan Januari 2026, tersisa pengisian KRS dengan sistem perebutan mata kuliah atau biasa disebut “war kelas”. Yonisa pikir sistem semester ini akan sama dengan sistem semester lalu, di mana daftar server setiap fakultas akan dibuka serentak di pukul dua belas malam. Bahkan Yonisa berharap sistem semester ini akan lebih baik daripada sebelumnya.

Kekhawatiran Yonisa mulai muncul beberapa jam sebelum server itu terbuka. Ketika membuka server itu sebelum pukul dua belas malam, Yonisa merasa janggal. Hanya ada pengumuman jadwal KRS untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian, tepatnya di tanggal 3 Februari 2026 pukul lima pagi. Kecurigaan itu tidak mematahkan niat Yonisa untuk begadang menunggu jadwal KRS fakultasnya yang belum pasti. Harapannya saat itu hanya satu, mendapatkan jadwal perkuliahan versi terbaiknya.

Lima belas menit sebelum pukul dua belas malam, Yonisa melakukan panggilan telepon bersama temannya. Mereka sudah mulai merencanakan kelas apa yang akan diambil. Pukul dua belas malam akhirnya tiba, Yonisa langsung memasukkan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) beserta kata sandinya. Kursor laptopnya mengarah ke pilihan menu Mata Kuliah Reguler. Alih-alih daftar mata kuliah yang muncul, tulisan No Model Data yang tertera di sana. Berulang kali ia menyegarkan laman web SIAMIK, berharap daftar mata kuliah-lah yang muncul, namun hasilnya nihil.

Forum komunikasi angkatan jurusannya mulai ramai, mengeluhkan hal yang serupa dengan apa yang Yonisa alami. Hari dan waktu yang bukan jam kerja menjadi tantangan Yonisa karena tidak dapat langsung berkonsultasi dengan dosen walinya. Melihat jadwal fakultas lain yang sebelumnya sudah tertera membuat Yonisa dan temannya mengira bahwa server fakultasnya juga akan dapat diakses pada pukul lima pagi.

Dengan telepon yang masih tersambung, mereka menunggu hingga pukul lima pagi. Mereka sepakat untuk mengorbankan waktu tidur mereka demi mendapatkan KRS impian. Yonisa terus memantau laman SIAMIK yang ia duga sedang mengalami gangguan. Jam menunjukkan pukul lima pagi, namun KRS yang dinanti masih belum dapat terakses untuk fakultasnya. Masih dengan pola pikir yang sama, Yonisa setia menunggu ketidakpastian itu.

Dengan nada kecewa, Yonisa mengungkapkan bahwa informasi yang didapatkannya dari forum komunikasi angkatan jurusan dan dosen walinya sangat minim, “Kami mahasiswa Ilmu Komunikasi 2024 itu sama-sama bingung karena kebanyakan dosen malah melempar ke pihak lain. Salah satu dosen wali ada yang bilang kalau (KRS semester ini) diurusnya sekarang oleh universitas. Jadi istilahnya dosen sendiri juga minim informasi.”

Hari itu Yonisa memutuskan untuk terus terjaga dengan laptop yang selalu ia segarkan dan ponsel yang selalu terhubung panggilan telepon dengan teman seperjuangannya. Setelah pukul lima pagi, beberapa jadwal untuk fakultas lain satu per satu mulai terbuka. Saat jadwal fakultas lain mulai bermunculan, kesabaran Yonisa perlahan terkikis karena fakultasnya belum menunjukkan tanda-tanda terbukanya akses hingga tengah hari. “Empat belas jam aku telepon sama temanku. Jam tidurku rusak, micro-sleep. Tiap makan, aku refresh SIAMIK. Mandi tidak tenang, salat full doa cuma buat KRS,” keluhnya sambil menghembuskan napas berat.

Kesulitan juga datang dari Handika (FEB/24) yang mendapatkan pengumuman jadwal KRS yang mendadak. Waktu persiapan KRS mereka menyusut, tak lagi satu jam dua jam, melainkan hanya sekitar sepuluh menit sejak jadwal KRS diumumkan. Handika turut menceritakan perjuangannya demi mendapatkan jadwal terbaiknya. Ia melakukan strategi pembagian shift dengan temannya, “Saya sempat membagi tiga shift, jadi dua anak tidur dan satu berjaga, nanti kalau sudah bisa dibangunkan. Akhirnya pukul satu siang ada informasi dari pihak fakultas dan diberi waktu sepuluh menit untuk melakukan persiapan.”

Pukul tiga sore, pengumuman jadwal KRS untuk Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL) mulai tersebar. Yonisa tampak lega dan bisa beristirahat sejenak untuk tidak membuka web SIAMIK. Pengumuman tersebut menginformasikan bahwa mahasiswa FISIBPOL dapat mengakses web SIAMIK pada pukul enam pagi di hari berikutnya, tepatnya 4 Februari 2026. Setidaknya pihak fakultas masih memberikannya informasi setelah lima belas jam lamanya tanpa kepastian.

Namun, kesenangan itu tak bertahan lama. Esoknya, tepat pukul enam pagi, server untuk fakultasnya masih belum terbuka. Kesal dan kecewa berpadu dalam satu waktu yang sama. Yonisa merasa tertipu dengan informasi yang ia dapatkan. Berjam-jam tidurnya tak tenang hanya untuk memikirkan KRS. “Saya merasa hak saya untuk mendapatkan fasilitas akademik sebagai mahasiswa itu digampangkan dan tidak terpenuhi secara maksimal oleh pihak kampus,” ungkapnya dengan sedih.

Satu jam setelah tertipu dengan informasi tersebut, tiba-tiba jadwal KRS untuk FISIBPOL terbuka. Yonisa segera menghubungi teman-temannya dan menyusun jadwal sesuai yang ia inginkan. Namun, ia kembali dihadapkan dengan kendala lain. Mata Kuliah Pilihan (MKP) yang seharusnya bisa ia ambil untuk memenuhi maksimal Satuan Kredit Semester (SKS) tidak dapat dipilih oleh angkatannya. Akses MKP tersebut justru terhenti untuk angkatan di atasnya. Yonisa tetap bersyukur, setidaknya kelas MKR yang ia incar telah berhasil diamankan.

Yonisa harus kembali bersabar untuk menunggu akses MKP untuk angkatannya terbuka. Dua hari kembali berlalu tanpa kepastian. Saat Yonisa sedang dalam perjalanan, temannya langsung mengabarinya bahwa beberapa MKP sudah terbuka untuk angkatannya. Walaupun sempat merombak kelas satu MKR, Yonisa akhirnya berhasil melengkapi 24 SKS.

Mendengarkan kisah perjuangan Yonisa dan Handika dalam mendapatkan jadwal KRS impian mereka, berbanding terbalik dengan Hawa (FH/24). Hawa berpendapat bahwa proses pengisian KRS di fakultasnya berlangsung lancar. Kendalanya hanya terdapat pada jumlah kelas mata kuliah yang tersedia. “Jujur untuk KRS kemarin itu sebenarnya saya merasa jauh lebih mudah. Pertama, sistemnya tidak trouble, tidak seperti tahun lalu yang nungguin satu jam untuk sukses KRS. Terus juga sistem KRS kali ini dibukanya pagi hari, jadi kita tidak kekurangan tidur dan juga tidak merusak jam tidur. Akan tetapi, KRS kali ini jumlah kelas mata kuliah di fakultasku kurang, jadi kami sedikit kelimpungan. Namun, pada akhirnya kita tetap dapat,” jelas Hawa. (ian/tta)

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *