UPNVJT Tegaskan Tak Singkirkan Pedagang dan Siapkan Solusi Pengganti

Spanduk Aksi Solidaritas Penutupan Kantin
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) berencana untuk melakukan renovasi kantin. Per tanggal 1 Desember 2025 pihak UPNVJT telah menginformasikan langsung kepada pihak kantin serta para pedagang untuk mengosongkan area. Namun, rencana renovasi ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Aliansi Mahasiswa UPNVJT menyatakan bahwa kampus telah mengabaikan kepentingan mahasiswa dan pedagang dalam proses renovasi kantin.
Hal ini disampaikan melalui aksi solidaritas yang diusung oleh Aliansi Mahasiswa UPNVJT pada tanggal 3 Desember silam dan dihadiri oleh berbagai mahasiswa mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL), hingga Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB). Dalam aksi yang diadakan di depan gedung rektorat ini, mahasiswa menuntut audiensi langsung dari rektor UPNVJT, Akhmad Fauzi untuk menemui mahasiswa dan mendengarkan tuntutan mereka.
Dalam aksi ini, mahasiswa menuntut solusi konkret atas kekosongan kantin di UPNVJT. Aliansi Mahasiswa menilai renovasi dilakukan tanpa persiapan matang sehingga meninggalkan kekosongan fasilitas makan yang krusial bagi mahasiswa. Mereka juga menyoroti kurangnya empati kampus terhadap pedagang kecil yang selama bertahun-tahun mendukung kehidupan kampus, serta menilai bahwa renovasi ini tidak berpihak pada pedagang kantin terdahulu.
Menanggapi hal tersebut, Lukman Arif, Wakil Rektor III, membantah isu yang mengatakan bahwa renovasi ini dilakukan untuk menyingkirkan para pedagang, seperti narasi yang berkembang melalui spanduk yang terpasang di area kantin maupun di depan gedung rektorat. Ia menjelaskan bahwa langkah renovasi ini merupakan upaya realisasi pembangunan fasilitas yang lebih layak bagi mahasiswa.
“Karena ada narasi pedagang disingkirkan, ini adalah bahasa yang sangat provokatif dan merupakan kepentingan sepihak yang seolah-olah UPN (sudah) menyingkirkan UMKM. Itu tidak benar,” bantah Lukman. Ia mengungkapkan bahwa rencana renovasi telah disusun sejak dua tahun lalu dan baru dapat direalisasikan pada Desember 2025 setelah masa kontrak operasional kantin resmi berakhir.
Lukman juga menegaskan bahwa persoalan makan seharusnya tidak menjadi hambatan besar bagi mahasiswa UPNVJT. Ia menyebut bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mencari alternatif sementara selama proses renovasi berlangsung. Meski demikian, ia memastikan bahwa pihak kampus tetap berupaya merespons kebutuhan mahasiswa.
“Masalah makan itu bukan suatu persoalan yang sampai mengganggu, apalagi sampai menyebabkan orang tidak bisa berpikir secara logis. Mereka (mahasiswa) bisa mengurus diri mereka sendiri atas persoalan makan ini,” ujar Lukman.
Lukman menambahkan bahwa permasalahan kantin telah dibahas bersama jajaran pimpinan dan Badan Pengelola Usaha (BPU). Dari hasil pembahasan tersebut, pihak kampus berkomitmen untuk segera membangun fasilitas kantin baru pada Januari atau Februari 2026 sebagai solusi permanen, sehingga kebutuhan makan mahasiswa dapat terpenuhi dengan lebih baik ke depannya.
“Masalah makan ini sudah kita rapatkan dengan jajaran pimpinan dan BPU (Badan Pengelola Usaha). InsyaAllah di Bulan Januari atau Februari akan direncanakan pembangunan kantin baru,” terang Lukman saat ia menemui mahasiswa langsung di depan gedung rektorat untuk berdiskusi. (cca/ash)
