Keterlambatan informasi Timbulkan Kebingungan Ormawa dan UKM

Gedung Giri Loka UPNVJT
Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah
Gedung Giri Loka UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) awalnya direncanakan untuk dilakukan renovasi pada Bulan November hingga Desember 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UPNVJT, Akhmad Fauzi dan Wakil Rektor III UPNVJT, Lukman Arif, pada rapat kecil bersama beberapa perwakilan fakultas dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang hendak melakukan kegiatan di Gedung Giri Loka. Namun, perencanaan renovasi itu dipindahkan pada Januari hingga Februari 2026. Ini kemudian menuai berbagai respon dari pihak mahasiswa, khususnya bagi Pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Deriel (HUKUM/23), selaku Ketua Umum Taekwondo Periode 2025 menuturkan alasan terbentuknya rencana renovasi Giri Loka yang didasari sebab fondasi gedung telah usang. Pihak UPNVJT menyampaikan bahwa fokus utama perbaikan terletak pada bagian alas bawah Giri Loka yang berbahan kayu dan sudah banyak mengalami kerusakan. “Dari penjelasan pihak kampus, katanya bagian bawahnya itu yang udah copot dan kotor, jadi memang difokuskan di situ dulu,” ujarnya.
Meski begitu, Bintang (FISIBPOL/2024), Ketua FISIP FEST 2025, mengungkapkan bahwa meskipun pihak kampus telah memberikan informasi terkait jadwal renovasi, pemberitahuan tersebut baru disampaikan ketika mereka mengajukan izin pelaksanaan acara. Sebelumnya, Bintang menjelaskan bahwa rencana renovasi tersebut tidak disosialisasikan secara luas maupun jelas. “Sebelum kita melakukan pengajuan itu, benar-benar nggak ada informasi mengenai bakal terjadinya renovasi,” ungkap Bintang.
Deriel mengungkapkan, kurangnya penyebaran informasi ini kemudian menimbulkan keluhan dari sejumlah pengurus Ormawa dan UKM. Kondisi ini mendorong terbentuknya forum diskusi antara perwakilan mahasiswa dan pihak kampus yang dihadiri oleh Wakil Rektor III, Lukman Arif, serta staf Biro Pengelolaan Umum (BPU), Yoga. Dalam forum tersebut, berbagai keluhan mahasiswa dibahas secara langsung hingga menghasilkan keputusan untuk meninjau ulang waktu pelaksanaan renovasi yang semula dilaksanakan pada November hingga Desember 2025, menjadi Januari hingga Februari 2026.
Bintang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil forum, pihak kampus sepakat memindahkan rencana renovasi ke Januari hingga Februari 2026, mengingat banyak kegiatan mahasiswa telah dijadwalkan pada November dan Desember. “Dari rapat yang sudah dilakukan, keputusan terkait rekonstruksi akhirnya dipindah di Bulan Januari sampai Februari 2026 mengingat banyak event yang diselenggarakan pada bulan November dan Desember,” ujar Bintang.
Terlepas dari berbagai kendala yang terjadi, Bintang berharap agar pihak kampus lebih responsif dan sigap dalam menyebarkan informasi yang akan berdampak pada kegiatan mahasiswa, melihat dari fenomena akhir tahun dengan berbagai program kerja yang semakin meningkat. “Sekiranya jika terjadi renovasi di bulan November dan Desember, dapat dikoordinasikan dan diberitakan lebih awal ke pihak mahasiswanya, untuk menghindari disinformasi seperti ini terulang lagi,” tutup Bintang. (nsy/zhu/alf/)
