Lonjakan Jumlah Mahasiswa Picu Krisis Lahan Parkir di UPNVJT

Mahasiswa Keluhkan Keterbatasan Lahan Parkir, Solusi Kampus Dipertanyakan

Penuhnya Lahan Parkir UPNVJT

Sumber: Dokumentasi Pribadi LPM Pena Merah

Penerimaan mahasiswa baru UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) pada tahun ajaran 2025/2026 melonjak signifikan. Banyak jurusan yang menambah kuota penerimaan mahasiswa baru. Hal tersebut membuat UPNVJT mengalokasikan penambahan jumlah gedung dan ruangan kelas guna mengantisipasi peningkatan tersebut. Kondisi tersebut berdampak pada lahan parkir kampus. 

Guna memenuhi masalah parkir tersebut, UPNVJT telah memfasilitasi sejumlah lahan. Terdapat lahan parkir baru seperti di area depan kantin satu dan dua, area samping Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), hingga area Menara Wimaya Twin Tower. Namun, upaya ini ternyata belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan parkir yang sangat tinggi. Akibatnya, banyak motor terpaksa parkir di area yang bukan diperuntukkan sebagai lahan parkir.

Akbar (FH/23), selaku Biro Inspektorat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) tahun 2025 merasakan adanya peningkatan jumlah mahasiswa tahun ini dan pihak kampus perlu menambah fasilitas, khususnya pada lahan parkir. “Dengan jumlah mahasiswa yang semakin tahun semakin meningkat, itu saya rasa mungkin butuh untuk membangun ulang struktur yang sudah ada dan menyesuaikan dengan kapasitas mahasiswa dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Tak hanya Akbar, Elang (FISIBPOL/23) selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) tahun 2025, merasakan hal serupa akibat dari lonjakan jumlah mahasiswa baru. Hal ini diperparah oleh penutupan lahan parkir di Gedung Fakultas Ilmu Sosial Budaya dan Politik 2 (FISIBPOL 2) yang memperparah krisis parkir di area ini.

Elang mengungkapkan bahwa adanya lahan parkir baru tampak tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pasalnya, penyusunan tata letak dan desain parkir di belakang kantin yang menjadi alternatif parkir mahasiswa, dinilai kurang memadai. Akses keluar-masuk hanya tersedia melalui satu pintu yang berfungsi ganda sebagai jalur masuk dan keluar, dengan ukuran cukup sempit. Kondisi ini membuat area parkir mudah kacau, terutama saat penuh.

Elang menjelaskan bahwa hal ini merupakan hal yang sangat disayangkan. Mengingat area parkir adalah salah satu fasilitas yang seharusnya menjadi bare minimum yang harus dimiliki oleh  mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa akibat dari masalah lonjakan mahasiswa tanpa area parkir yang cukup ini, sebagian mahasiswa terpaksa menaruh motornya sembarangan.

Permasalahan kurangnya fasilitas lahan parkiran ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, melainkan juga dosen. Elang menyampaikan, dosen-dosen di jurusannya, Ilmu Komunikasi, turut mengalami kesulitan menemukan lahan parkir karena parkir mobil khusus dosen di Gedung FISIBPOL 2 beralih fungsi sebagai parkir mahasiswa yang berkendara menggunakan motor. 

“Jadi menurutku terkait lahan parkir ini, yang kena dampaknya ga hanya dari mahasiswa tapi seluruh civitas akademika ikut merasakan susahnya,” ungkap Elang.

Kurangnya fasilitas lahan parkiran memicu beberapa mahasiswa untuk menginisiasi solusi jangka pendek secara mandiri. Akbar menjelaskan, di area parkir dekat danau, belakang Gedung Fakultas Hukum, para mahasiswa kompak memindahkan parkir motor mereka ke area samping danau yang sebelumnya digunakan untuk parkir mobil. Hal ini dikarenakan lahan parkir mobil area samping danau terlihat cukup mumpuni untuk menampung sekitar 100 motor mahasiswa.

Tak hanya mengharapkan inisiasi dari mahasiswa saja, Elang menyampaikan bahwa ia telah berkonsultasi dengan Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi dan telah memiliki rencana forum dari BEM FISIBPOL terkait permasalahan lahan parkir. Rencananya, pada akhir bulan September ini, pihak HIMAKOM akan mempublikasikan kritik tentang fasilitas parkir kepada Birokrat Kampus lewat media sosial resmi HIMAKOM. Tak hanya itu, Elang juga menyampaikan bahwa pihak HIMAKOM akan menyampaikan kritik terkait lahan parkir ini secara langsung lewat program Ngobrol Bareng Birokrat.

Hingga saat ini, pihak kampus masih belum memberikan solusi maupun arahan. Akbar berharap pihak kampus segera menanggapi permasalahan lahan parkir ini dan dapat memberikan solusi secepatnya. Akbar juga menyinggung soal peran satpam kampus untuk ikut aktif membantu masalah ini hingga pihak kampus menemukan solusinya. “Mungkin dari satpam bisa membantu, sedikit membantu untuk merapikan motor-motor, ataupun mengingatkan untuk tidak parkir sembarangan dan sesuai sama garis yang sudah ditentuin,” harapnya. (cca/nsy/alf/ian)

Post Author: pers-upn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *