BEM FEB Vakum, Beberapa Kalangan Kecewa

Simpang Siur Alasan Vakum hingga Rencana Sidang Istimewa

Kondisi Sekretariat BEM FEB.

Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di UPN “Veteran” Jawa Timur terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu lingkup universitas, fakultas, dan jurusan. Namun faktanya, kelengkapan Ormawa di tingkat universitas yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) saat ini tengah vakum. Selain itu, salah satu Ormawa Fakultas yakni BEM Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB) pun tengah vakum.

Vakumnya BEM FEB disayangkan oleh Suwaidi selaku Wakil Dekan (Wadek) III. Pasalnya, kelengkapan ormawa ditingkat fakultas menurutnya meliputi BEM Fakultas. Ketika BEM tidak ada maka program kegiatan yang seharusnya dipelopori oleh BEM menjadi tidak berjalan. “Vakumnya di pertengahan semester, saya sudah mencoba berkomunikasi dengan himpunan-himpunan agar bisa menstimulir dan mendorong BEM baru,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa kevakuman BEM ini adalah akibat mundurnya Presiden BEM dan wakilnya, sehingga BEM tidak memiliki penggerak ataupun promotornya. Pihaknya juga telah berupaya agar himpunan dapat mendorong Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas (BLM-F) untuk memilih ketua dan wakil yang baru karena saat itu masih terdapat anggota BEM.

Meski demikian, pada pertemuannya dengan ketiga himpunan pada bulan Agustus lalu, ketiganya tidak menyetujui dengan alasan sudah mendekati akhir kepengurusan sehingga hal ini dapat dilakukan pada masa pembentukan periode baru. Bagi Suwaidi, peristiwa ini agak memberatkan baginya, misalnya pada kegiatan PPKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, red), “Untungnya ketiga himpunan responnya positif sehingga tetap bisa berjalan,” ujarnya. Saat itu, himpunan-himpunan tersebut berfungsi sebagai BEM dalam rangka meng-cover kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh BEM. Terkait pembentukan, Wadek III FEB tidak mengetahui mekanismenya. Namun, ia berharap BEM segera terbentuk agar kelengkapan Ormawa di tingkat fakultas dapat terpenuhi.

Rexilio yang pernah menjabat sebagai presiden BEM periode 2017-2018 ini tidak memberikan klarifikasi apapun, menurutnya saat ini situasi di FEB kondusif pasca inagurasi dan olimpiade veteran, pihaknya tidak ingin merusak kondusifitas dengan hal yang berkaitan dengan politik. Ketua HMM dan HIMIESPA, Galih dan Resatria pun enggan memberikan pendapat. Sementara itu, ketua HMAK mengatakan bahwa terkait hal ini akan diadakan sidang istimewa, “Untuk kejelasan vakumnya BEM kita tunggu pada hasil sidang istemewa,” ujarnya.

Meski beberapa diantaranya enggan diwawancarai, tanggapan beragam datang dari mahasiswa. Misalnya Sarfina (Manajemen/16) menyampaikan kekecewaannya. “Kondisi BEM saat ini memperihatinkan,” ujarnya. Menurutnya hal ini akibat presbem dan wakilnya yang mengundurkan diri karena perselisihan antar delegasi. Ia juga menyampaikan bahwa dengan vakumnya BEM FEB ini berdampak pada roda organisasi yang ada di Fakultas Ekonomi, sehingga mahasiswa yang ingin belajar organisasi di kampus terhambat. Selain itu, Ilmay (EP/18) juga mengaku heran mengapa hal ini bisa terjadi. Menurutnya hal ini bisa menghambat kegiatan mahasiswa baru, misalnya tidak adanya pemaba fakultas akibat vakumnya BEM.

Senada dengan Ilmay, Ima (Akuntansi/16) juga menyayangkan hal ini. Meski masih simpang siur terkait sebab vakumnya, ia mengaku kecewa karena tidak ada pihak yang menindaklanjuti. “Harapannya hidup kembali (BEM FEB, red) agar bisa interaktif serta membawa dampak yang lebih baik,” ujarnya. Sementara Enggar (TS/16) mengatakan bahwa ia sangat kecewa pada vakumnya BEM FEB, menurutnya dengan vakumnya salah satu BEM Fakultas akan menghambat pendirian BEM Universitas. (mar/rad)

Post Author: pers-upn

1 thought on “BEM FEB Vakum, Beberapa Kalangan Kecewa

    No Name

    (16/10/2018 - 3:58 PM)

    Ancen ket mbiyen gak masuk FEB iki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *