Paradigma Pers sebagai Media Anti Hoax di Era Modern

        Terngiang dalam ingatan penulis ketika marak berita penistaan agama dan hampir semua media memberi asumsi yang berbeda-beda. Kamuflase fakta yang tiada habisnya seakan membuat public trust seperti ajang pembuatan agenda. Independesi media yang katanya tidak memihak sekarang hanya sebuah wacana. Akankah ini akhir dari pers yang beralih fungsi sebagai lembaga propoganda?

        Bukan tanpa alasan memang, jika saat ini pers hanya digunakan sebagai alat untuk konglomerasi media. Apabila kita menelisik model penulisan berita masing-masing media, baik di media mainstream atau media daring, hampir keseluruhan kaidah jurnalistik telah dikesampingkan. Sumber informasi dari narasumber tidak diperhatikan. Nilai berita tidak diprioritaskan dan masih banyak lagi kejanggalan informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Media yang notabenenya sebagai kontrol sosial, saat ini menjadi alat framing untuk politik pencitraan. Benarkah demikian?

       Belum ada riset valid yang membuktikan apakah Indonesia mengalami pergeseran dinamika pers secara menyeluruh atau tidak. Namun yang perlu kita waspadai disini adalah dampak yang ditimbulkan. Interpretasi yang kurang hati-hati akan menyebabkan persepsi pro-kontra dan tentu akan menciptakan kubu-kubu yang berselisih. Bukan demikian sahabat persma? Lalu, media-media mana saja yang netral dalam konteks pers sebagai penyambung lidah informasi? Tidak sulit untuk membedakannya. Apabila kita sebagai audiens ingin mengetahui berita mana yang hoax atau tidak, maka yang perlu kita perhatikan betul adalah konten berita. Konten berita yang baik adalah konten berita yang netral, tidak menyerang salah satu pihak, dan mampu menjaga isi beritanya.

           Terlepas dari kemunduran etika jurnalistik pada masing-masing media, alangkah baiknya kita sebagai audiens mengintrospeksi diri sendiri untuk giat mem-filter berita yang masuk. Hal ini dilakukan sebagai bentuk gate keeping diri agar informasi tidak secara mentah kita terima. Semoga sahabat persma mampu memilah berita di media mana yang memberikan fakta dan hoax ya. Salam persma!

Oleh : Lukman Hakim

Post Author: pers-upn

1 thought on “Paradigma Pers sebagai Media Anti Hoax di Era Modern

    Exsellin

    (17/09/2018 - 6:15 PM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *